contoh sk pembagian tugas guru pada sekolah dasar beserta Roster pelajaran download disini file nya dalam bentuk format xl
CONTOH BERKAS PENGANGKATAN BUJANG TIDAK TETAP
CONTOH BERKAS PENGANGKATAN BUJANG TIDAK TETAP PADA SEKOLAH DASAR NEGERI.
PENGANGKATAN GURU HONOR PADA SD NEGERI
CONTOH BERKAS PENGANGKATAN GURU HONOR PADA SD NEGERI.
SURAT KETERANGAN PINDAH SEKOLAH
SURAT KETERANGAN PINDAH SEKOLAH BAGI SISWA UNTUK SEKOLAH DASAR NEGERI.
contoh SK pembagian tugas guru pada sekolah dasar
Gcontoh sk pembagian tugas guru pada sekolah dasar.
CONTOH BERKAS SURAT TUGAS GURU
CONTOH BERKAS SURAT TUGAS GURU UNTUK KEPERLUAN DI STOR DI DINAS.
Rabu, 19 Februari 2020
Selasa, 18 Februari 2020
contoh surat tugas guru
SURAT TUGAS
Nomor : 421.2/003/KEP.UPT/SD.11/DP/2019
Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala UPT SD Negeri 84 watang cenrana, kec. Cenrana, kab. Bone memberikan tugas kepada :
download disini
Nomor : 421.2/003/KEP.UPT/SD.11/DP/2019
Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala UPT SD Negeri 84 watang cenrana, kec. Cenrana, kab. Bone memberikan tugas kepada :
download disini
Kamis, 13 Februari 2020
DOWNLOAD FILE Analisis SWOT SEKOLAH DASAR NEGERI
Analisis SWOT merupakan gambaran umum yang menjadi tolok ukur organisasi di kelembagaan pemerintah untuk mengetahui beberapa hal sekaitan dengan tata kelola dan target yang ingin dicapai pada enam tahun ke depan. Analisis ini pula yang menjadi dasar kinerja seluruh warga sekolah dan pihak terkait yang nantinya dapat pula memberikan konstribusi/bantuan yang tidak mengikat untuk kemajuan pendidikan yang diselenggarkan
Dalam proses pembelajaran di sekolah terutama di sekolah dasar, pendidik, tenaga kependidikan dan lainnya merupakan sumber daya edukatif dan actor utama dalam proses pembelajaran tidak akan pernah tergantikan walaupun perkembangan ilmu pengetahuan tegnologi pembelajaran mengalami perkembangan sangat pesat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak menjadi penghalang bagi siapapun melainkan tantangan yang menutut kompetensi yang lebih tinggi.
Oleh sebab itu dipandang penting untuk menganalisa berbagai aspek dalam kelembagan ini selaku penyelenggara pendidikan SD.
Suatu lembaga dinilai mempunyai kinerja yang baik jika lembaga tersebut menghasilkan keluaran ‘OUTPUT’yang ditargetkan berupa peserta didik , yang bermutu secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Untuk mencapai kinerja seperti ini banyak faktor yang berpengaruh yang perlu diperhatikan. Faktor-faktor tersebut pada prinsipnya dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu faktor internal yang berasal dari dalam sekolah itu sendiri, dan faktor eksternal yang berasal dari luar sekolah. Dengan menganalisis dan mengevaluasi berbagai faktor internal dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja suatu sekolah, diharapkan sekolah dapat mengetahui kapasitas kemampuannya saat ini, dan menentukan strategi untuk meningkatkan kinerjanya di masa yang akan datang.
Pada prinsipnya hal-hal yang termaksud ke dalam faktor internal yang mempengaruhi kinerja madrasah adalah hal-hal yang berkaitan dengan kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknesses). Sedangkan, hal-hal yang termasuk dalam faktor eksternal adalah yang berkaitan dengan peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang dapat mempengaruhi kinerja sekolah tersebut.
Sebagai gambaran umum SD Negeri XXX adalah sekolah yang k0ndisinya pada saat ini kurang memungkinkan melakukan kegiatan yang lebih maksimal baik oleh faktor internal maupun eksternal.
Maka dengan menganalisis kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknesses) yang ada, serta peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang harus di hadapi, maka SD Negeri XXX menentukan strategi agar dapat mampu mengembangkan dan meningkatkan kualitasnya secara optimal.
Dalam sistem pendidikan dasar dan menengah, acuan untuk melihat hal-hal yang menjadi kondisi internal didasarkan pada delapan (8) standar nasional pendidikan yang sekaligus merupakan acuan dalam melakukan evaluasi diri. Sedangkan kondisi eksternal didasarkan pada kondisi yang ada diluar lembaga yang berupa peluang dan tantangan, termasuk tuntutan pemangku kepentingan (stackholder) yang terkait dengan pendidikan dasar dan menengah
DOWNLOAD FILE NYA DISINI
Dalam proses pembelajaran di sekolah terutama di sekolah dasar, pendidik, tenaga kependidikan dan lainnya merupakan sumber daya edukatif dan actor utama dalam proses pembelajaran tidak akan pernah tergantikan walaupun perkembangan ilmu pengetahuan tegnologi pembelajaran mengalami perkembangan sangat pesat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak menjadi penghalang bagi siapapun melainkan tantangan yang menutut kompetensi yang lebih tinggi.
Oleh sebab itu dipandang penting untuk menganalisa berbagai aspek dalam kelembagan ini selaku penyelenggara pendidikan SD.
Suatu lembaga dinilai mempunyai kinerja yang baik jika lembaga tersebut menghasilkan keluaran ‘OUTPUT’yang ditargetkan berupa peserta didik , yang bermutu secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Untuk mencapai kinerja seperti ini banyak faktor yang berpengaruh yang perlu diperhatikan. Faktor-faktor tersebut pada prinsipnya dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu faktor internal yang berasal dari dalam sekolah itu sendiri, dan faktor eksternal yang berasal dari luar sekolah. Dengan menganalisis dan mengevaluasi berbagai faktor internal dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja suatu sekolah, diharapkan sekolah dapat mengetahui kapasitas kemampuannya saat ini, dan menentukan strategi untuk meningkatkan kinerjanya di masa yang akan datang.
Pada prinsipnya hal-hal yang termaksud ke dalam faktor internal yang mempengaruhi kinerja madrasah adalah hal-hal yang berkaitan dengan kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknesses). Sedangkan, hal-hal yang termasuk dalam faktor eksternal adalah yang berkaitan dengan peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang dapat mempengaruhi kinerja sekolah tersebut.
Sebagai gambaran umum SD Negeri XXX adalah sekolah yang k0ndisinya pada saat ini kurang memungkinkan melakukan kegiatan yang lebih maksimal baik oleh faktor internal maupun eksternal.
Maka dengan menganalisis kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknesses) yang ada, serta peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang harus di hadapi, maka SD Negeri XXX menentukan strategi agar dapat mampu mengembangkan dan meningkatkan kualitasnya secara optimal.
Dalam sistem pendidikan dasar dan menengah, acuan untuk melihat hal-hal yang menjadi kondisi internal didasarkan pada delapan (8) standar nasional pendidikan yang sekaligus merupakan acuan dalam melakukan evaluasi diri. Sedangkan kondisi eksternal didasarkan pada kondisi yang ada diluar lembaga yang berupa peluang dan tantangan, termasuk tuntutan pemangku kepentingan (stackholder) yang terkait dengan pendidikan dasar dan menengah
DOWNLOAD FILE NYA DISINI
DOWNLOAD FILE Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada SD Negeri
Kegiatan di
minggu keempat dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan literasi siswa.
Kegiatan ini dapat dilakukan setiap hari. Namun apabila guru harus mengisi
beberapa jam untuk menghabiskan materi di subtema sebelumnya dikarenakan materi
belum selesai, kegiatan literasi ini bisa disesuaikan.
Kegiatan
literasi membutuhkan materi pendukung agar kegiatan bisa berjalan dengan
lancar. Berikut adalah beberapa kegiatan pendukung yang bisa disiapkan oleh
guru.
»» Teks cerita pendek yang diambil dari kegiatan Aku
Cinta Membaca
»» Alat tulis
»» Kertas HVS
Pedoman
Kegiatan Literasi
Apa yang dimaksud dengan literasi?
Keterampilan literasi adalah
keterampilan yang dibutuhkan dalam mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.
Mengapa literasi penting?
Literasi sangat penting bagi siswa
karena keterampilan dalam literasi berpengaruh terhadap keberhasilan belajar
mereka dan kehidupannya. Keterampilan literasi yang baik akan membantu siswa
dalam memahami teks
lisan, tulisan, maupun
gambar/visual.
Apa saja produk literasi?
·
Buku
·
Majalah
·
Surat kabar
·
Tabel
·
CD/DVD
·
Program televisi/radio
·
Petunjuk
·
Percakapan
·
Instruksi
·
Teks bacaan
Keterampilan
literasi akan berkembang dengan baik karena pembiasaan.Dalam kegiatan ini
sekolah dapat melakukan kegiatan pembiasaan literasi yang meliputi pembiasaan
menulis, pembiasaan membaca, dan pembiasaan berbicara. Berikut akan disampaikan
beberapa kegiatan literasi selama satu minggu dengan harapan sekolah bisa
mengembangkannya.
Kegiatan
pembiasaan literasi hanya membutuhkan sekitar 15-20 menit setiap harinya.
Sekolah harus menjalankan program dengan konsisten agar perkembangan literasi
siswa dapat berkembang dengan baik. Setiap hari guru harus membimbing siswanya
untuk kegiatan berbahasa lisan, membaca pemahaman, dan menulis.
Hari Pertama
Kegiatan Berbahasa Lisan (15 menit)
1.
Guru meminta seorang siswa untuk
mengambil salah satu benda yang dibawanya dari rumah dan mendeskripsikannya di
depan temantemannya.
2.
Siswa lain diminta untuk menyimak serta
diberi kesempatan untuk bertanya.
3.
Kegiatan seorang siswa untuk
berbicara dan menjawab pertanyaan hanya 3 menit saja.
4.
Guru kemudian meminta siswa lain
untuk maju ke depan dan melakukan hal yang sama. Guru melakukan hal yang sama
untuk siswa ke tiga.
5.
Guru menjelaskan kepada seluruh
siswa bahwa setiap hari mereka akan melakukan hal yang sama. Setiap hari akan
ada tiga orang yang maju ke depan kelas untuk mendeskripsikan benda.
Kegiatan Membaca Pemahaman (30 menit)
1.
Ambil satu teks dari Aku Cinta
Membaca
2.
Mintalah siswa untuk membaca senyap
(membaca dalam hati) selama 5 menit.
3.
Pada kesempatan ini guru juga
membaca teks yang sama. Partisipasi guru dalam membaca sangat bermanfaat bagi
siswa karena guru bisa dijadikan contoh.
4.
Mintalah siswa menyampaikan apa yang
dibacanya kepada teman di sebelahnya. Guru berkeliling untuk memastikan semua
berpartisipasi aktif.
5.
Guru meminta siswa untuk menuliskan
satu kata sulit di potongan kertas kecil dan menempelkannya di papan tulis
(bisa juga guru meminta siswa menyampaikan kata sulit kemudian guru
menuliskannya di papan tulis).
6.
Guru membahas satu kata sulit dengan
siswa. Guru bertanya kepada siswa, siapa yang bisa menemukan arti salah satu
kata sulit tersebut. Siswa harus menjelaskan arti kata tersebut. Siswa lain
menanggapi.
7.
Selanjutnya guru membahas kata sulit
yang lain. Begitu seterusnya.
8.
Siswa mencatat kata-kata sulit yang
telah didiskusikan.
Kegiatan Menulis (30 menit)
1.
Kegiatan menulis bisa dilakukan di
kertas HVS yang dibagikan oleh guru.
2.
Siswa diajak mengingat satu kegiatan
yang dilakukan di hari sebelumnya (apabila kegiatan menulis dilakukan pada hari
Senin, maka siswa harus mengingat kegiatan pada hari Minggu, begitu
seterusnya).
3.
Siswa kemudian menuliskan kegiatan
yang dilakukannya tersebut (berolahraga, ke rumah nenek, berkebun, pergi ke
kota, dsb). Guru mengingatkan siswa untuk menulis dengan mencantumkan apa yang dilakukan,
siapa yang terlibat, kapan dilakukan, bagaimana kegiatan dilakukan, bagaimana
perasaan mereka saat berkegiatan, dan dimana mereka melakukan kegiatan.
4.
Setelah kegiatan menulis selesai,
guru bisa meminta setiap siswa untuk membacakan tulisannya kepada teman
kelompoknya.
5.
Setelah kegiatan menulis selesai,
guru dapat meminta setiap siswa untuk membacakan tulisannya kepada teman
kelompoknya.
DOWNLOAD FILE Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada SD Negeri SILAHKAN UNDUH DISINI
DOWNLOAD FILE RENCANA KERJA TAHUNAN SEKOLAH (RKTS) SEKOLAH DASAR NEGERI
Tujuan utama
penyusunan RKT adalah agar sekolah dapat
mengetahui secara rinci tindakan-tindakan yang harus dilakukan agar tujuan,
kewajiban, dan sasaran pengembangan sekolah
dapat dicapai. RKT juga menjamin bahwa semua program dan kegiatan yang
dilakukan untuk mengembangkan sekolah sudah memperhitungkan harapan-harapan
pemangku kepentingan dan kondisi nyata sekolah. Oleh sebab itu, proses
penyusunan RKT harus melibatkan semua pemangku kepentingan.
DOWNLOAD FILE RENCANA KERJA TAHUNAN SEKOLAH (RKTS) SEKOLAH DASAR NEGERI, DOWNLOAD FILE NYA DISINI
Ciri-ciri Rencana Kerja Tahunan
Sekolah (RKT) yang baik, adalah:
1.1. Terintegrasi,
yakni mencakup perencanaan keseluruhan program yang akan dilaksanakan oleh
sekolah ;
1.2. Multi-tahun,
yaitu mencakup periode empat tahun;
1.3. Dimutakhirkan,
artinya setiap tahun terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan terakhir;
1.4. Multi-sumber,
yaitu mengindikasikan jumlah dan sumber dana masing-masing program. Misalnya dari BOS, APBD Kabupaten/Kota,
sumbangan dari masyarakat atau sumber lainnya;
1.5. Disusun
secara partisipatif oleh kepala sekolah, komite sekolah/ dan dewan pendidik dengan melibatkan
pemangku kepentingan lainnya;
1.6. Pelaksanaannya dimonitor oleh komite sekolah dan pemangku kepentingan yang lainnya.
2. Manfaat
Penyusunan RKTS
Penyusunan
RKTS merupakan suatu hal yang sangat penting, karena RKTS dapat digunakan
sebagai:
2.1. Pedoman kerja (kerangka acuan)
dalam mengembangkan sekolah;
2.2. Dasar
untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan sekolah; serta
2.3. Bahan acuan untuk mengidentifikasi dan
mengajukan sumberdaya pendidikan yang diperlukan untuk pengembangan sekolah.
A.
Landasan
Hukum
1.
Undang-undang No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional dalam pasal 8 dan 48
2.
Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar
Nasional Pendidikan dalam Pasal 49 dan 53
3.
Permendiknas No. 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan
Pendidikan dalam Angka 4a poin 1 dan 2
4.
Kepmendiknas 129a Tahun 2004 Tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan dalam 3.1
5.
PP No. 32 Tahun 2013
Tentang Perubahan Atas PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
6.
Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah
Sekolah/Madrasah
7.
Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik
dan Kompetensi Guru
8.
Permendiknas Nomor 19
Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan Dasar
Dan Menengah
9.
Permendiknas No 24
tahun 2007 tentang Standar Sarana dan prasarana
10. Peraturan menteri pendidikan nasional no. 29 tahun 2008
tentang standar tenaga administrasi sekolah/madrasah.
11. Peraturan menteri pendidikan nasional no 33 tahun 2008
Tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SLB
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 40 Tahun 2008 Tentang
Standar Sarana dan Prasarana Untuk SMK
13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 69 Tahun 2008
Tentang Standar Biaya
14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia No. 59 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas /
Madrasah Aliyah
15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia No. 20 Tahun 2016 Tentang SKL
16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia No. 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi
17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia No. 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses
18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia No. 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian
19. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia No. 24 Tahun 2016 Tentang KI dan KD Pelajaran Pada Kurikulum 2013
Pada Pendidikan Dasar Dan Menengah
DOWNLOAD FILE RENCANA KERJA TAHUNAN SEKOLAH (RKTS) SEKOLAH DASAR NEGERI, DOWNLOAD FILE NYA DISINI
DOWNLOAD FILE RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH (RKJM) UNTUK SEKOLAH DASAR
SD NEGERI 84 WATANG CENRANA Kecamatan
Cenrana Kabupaten Bone didirikan
pada tahun 1979 dan baru
diresmikan sebagai Sekolah Negeri pada tahun yang sama berlokasi di Desa Awang Cenrana, Kecamatan Cenrana. Sekolah ini didirikan dalam upaya menyediakan
pendidikan masyarakat di Desa Cenrana yang indikasinya kesulitan di sekolah tetangganya.
Tahun demi tahun SD NEGERI 84 WATANG
CENRANA mengalami perkembangan/ krmunduran, baik dari segi kualitas maupun kuantitas . Dari
segi kualitas biasa diukur
dari status akreditasi sekolah yang statis (terakhir status terakreditasi dengan nilai B),
prestasi akademik maupun non akademik dari siswa-siswinya, serta fasilitas
pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah, dan lain sebagainya
mengalami hal serupa
Dalam kiprahnya di dunia pendidikan, mulai
dari sejak berdirinya sampai dengan saat ini SD NEGERI 84 WATANG CENRANA pernah
berhasil mengukir prestasi terutama
pada lingkup kecamatan baik prestasi akademik maupun non akademik.
Dengan semakin majunya sekolah pada
khususnya dan majunya dunia pendidikan pada umumnya, pihak sekolah menyusun perencanaan/program sekolah untuk
jangka waktu yang akan datang yang juga merupakan kewajiban yang
tidak bisa ditawar-tawar lagi, maka sekolah mencoba menyusun Rencana
Kerja Sekolah (RKJM) untuk jangka menengah
B. Tujuan dan Manfaat RKJM
1.
Maksud/Manfaat Penyusunan RKJM
Penyusunan
RKJM merupakan suatu hal yang sangat penting, disusunnya RKJM ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai
acuan :
1.1. Pedoman kerja (kerangka acuan)
dalam mengembangkan sekolah/madrasah;
1.2. Dasar untuk melakukan monitoring
dan evaluasi pelaksanaan pengembangan sekolah/madrasah; serta
1.3. Bahan acuan untuk
mengidentifikasi dan mengajukan sumberdaya pendidikan yang diperlukan untuk
pengembangan sekolah
2. Tujuan Penyusunan RKJM
Tujuan utama penyusunan RKJM adalah agar sekolah/madrasah
dapat mengetahui secara rincitindakan-tindakan yang harus dilakukan agar
tujuan, kewajiban, dan sasaran pengembangan sekolah/madrasah dapat dicapai. RKJM
juga menjamin bahwa semua program dan kegiatan yang dilakukan untuk
mengembangkan sekolah sudah memperhitungkan harapan-harapan pemangku
kepentingan dan kondisi nyata sekolah. Oleh sebab itu, proses penyusunan RKJM oelh
SD NEGERI 84 WATANG CENRANA melibatkan semua pemangku kepentingan.
Ciri-ciri
Rencana Kerja Sekolah Jangka Menengah (RKJM), adalah:
1. Terintegrasi, yakni
mencakup perencanaan keseluruhan program yang akan dilaksanakan oleh sekolah
2. Multi-tahun, yaitu
mencakup periode empat tahun;
3. Dimutakhirkan,
artinya setiap tahun terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan terakhir;
4. Multi-sumber, yaitu
mengindikasikan jumlah dan sumber dana masing-masing program. Misalnya dari BOS, APBD Kabupaten/Kab. ,
sumbangan dari masyarakat atau sumber lainnya;
5. Disusun secara partisipatif
oleh kepala sekolah/madrasah, komite sekolah/ madrasah dan dewan pendidik dengan melibatkan pemangku
kepentingan lainnya;
6. Pelaksanaannya
dimonitor oleh komite sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan
yang lainnya.
Dengan kondisi sekolah dan
ciri-ciri penyusunan RKJM tersebut, maka dirumuskannya RKJM ini bertujuan :
1. Agar ada terintegrasi perencanaan keseluruhan program yang akan
dilaksanakan oleh sekolah
2. Sebagai alat konrol secara berkala kegiatan 6 tahunan dalam setiap tahun
3. Mengevaluasi dan menindaklanjuti
keterlaksanaan program
4. Pengindikasian dan tatakelola keuangan
yang sesuai, baik dari BOS, APBD Kabupaten, sumbangan dari masyarakat atau
sumber lainnya;
5. Bahan pertimbangan keterlaksanaan program
oleh komite sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan yang lainnya.
C. Dasar Hukum
1. Undang-undang No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional dalam pasal 8 dan 48
2. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar
Nasional Pendidikan dalam Pasal 49 dan 53
3. PP No. 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas PP No. 19 Tahun
2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007
tentang Standar Kepala Sekolah Sekolah/Madrasah
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007
tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
6. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar
Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah
7. Permendiknas No 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan
prasarana
8. Peraturan menteri pendidikan nasional no. 29 tahun 2008
tentang standar tenaga administrasi sekolah
9. Peraturan menteri pendidikan nasional no 33 tahun 2008
Tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SLB
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 40 Tahun 2008
Tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk SMK
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 69 Tahun 2008
Tentang Standar Biaya
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia No. 59 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas /
Madrasah Aliyah
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia No. 20 Tahun 2016 Tentang SKL
14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia No. 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi
15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia No. 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses
16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia No. 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian
17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia No. 24 Tahun 2016 Tentang KI dan KD Pelajaran Pada Kurikulum 2013
Pada Pendidikan Dasar Dan Menengah
D. Metode Penyusunan
Rencana kerja jangka menengah
ini disusun atas kesepakatan Tim Perumus yang telah disepakati dan dibentuk
bersama oleh kepala sekolah dan komite sekolah. Dasar penyusunan ini tidak
menggunakan kriteria umum penulisan karya ilmiah atau lainnya tetapi
berdasarkan reencana program yang telah disepakati pihak sekolah dan komite
sekolah. Bentuk dan model terstrukturnya RKJM ini didasari pada kebutuhan
jangka panjang dan disetujui oleh tim perumus seperti yang dijelaskan di
atas. Oleh sebab itu kerngka perumusan
ini tidak mengikuti model umum seperti karya ilmiah.
Cara atau metode perancangan
rumusan RKJM ini antara lain menggunakan :
1. Hasil diskusi antara pihak sekolah dan
komite sekolah
2. Analisis SWOT Delapan Standar Nasional
Pendidikan, berhubung yang menjadi Plt.kepala sekolah yang berasal dari sekolah
lain
3. Menggunakan data EDS SD NEGERI 84 WATANG
CENRANA dan hasil akreditasi sekolah dari kepemimpinan kepala sekolah yang
sebelumnya
DOWNLOAD FILE RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH (RKJM) UNTUK SEKOLAH DASAR NEGERI, SILAHKAN UNDUH DISINI










