yang ingin download file berkas untuk sekolah, silahkan kemari, semua yang di butuhkan operator sekolah dan guru kami kumpulkan disini, silahkan request jika tidak tersedia di web kami

CONTOH BERKAS PENGANGKATAN BUJANG TIDAK TETAP

CONTOH BERKAS PENGANGKATAN BUJANG TIDAK TETAP PADA SEKOLAH DASAR NEGERI.

PENGANGKATAN GURU HONOR PADA SD NEGERI

CONTOH BERKAS PENGANGKATAN GURU HONOR PADA SD NEGERI.

SURAT KETERANGAN PINDAH SEKOLAH

SURAT KETERANGAN PINDAH SEKOLAH BAGI SISWA UNTUK SEKOLAH DASAR NEGERI.

contoh SK pembagian tugas guru pada sekolah dasar

Gcontoh sk pembagian tugas guru pada sekolah dasar.

CONTOH BERKAS SURAT TUGAS GURU

CONTOH BERKAS SURAT TUGAS GURU UNTUK KEPERLUAN DI STOR DI DINAS.

Rabu, 19 Februari 2020

contoh sk pembagian tugas guru pada sekolah dasar beserta Roster pelajaran

contoh sk pembagian tugas guru pada sekolah dasar beserta Roster pelajaran download disini file nya dalam bentuk format xl
Share:

Selasa, 18 Februari 2020

contoh surat tugas guru

SURAT TUGAS

Nomor : 421.2/003/KEP.UPT/SD.11/DP/2019


Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala UPT SD Negeri 84 watang cenrana, kec. Cenrana, kab. Bone memberikan tugas kepada :

download disini
Share:

Kamis, 13 Februari 2020

DOWNLOAD FILE Analisis SWOT SEKOLAH DASAR NEGERI

Analisis SWOT merupakan gambaran umum yang menjadi tolok ukur organisasi di kelembagaan pemerintah untuk mengetahui beberapa hal sekaitan dengan tata kelola dan target yang ingin dicapai pada enam tahun ke depan. Analisis ini pula yang menjadi dasar kinerja seluruh warga sekolah dan pihak terkait yang nantinya dapat pula memberikan konstribusi/bantuan yang tidak mengikat untuk kemajuan pendidikan yang diselenggarkan


Dalam proses pembelajaran di sekolah terutama di sekolah dasar, pendidik, tenaga kependidikan dan lainnya  merupakan sumber daya edukatif dan actor utama  dalam proses pembelajaran tidak akan pernah tergantikan walaupun perkembangan ilmu pengetahuan tegnologi pembelajaran mengalami perkembangan  sangat pesat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  tidak menjadi penghalang  bagi siapapun  melainkan  tantangan yang menutut kompetensi yang lebih tinggi.

Oleh sebab itu dipandang penting untuk menganalisa berbagai aspek dalam kelembagan ini selaku penyelenggara pendidikan SD.

Suatu lembaga dinilai mempunyai kinerja yang baik jika lembaga tersebut  menghasilkan keluaran ‘OUTPUT’yang ditargetkan berupa peserta didik , yang bermutu secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Untuk mencapai kinerja seperti ini banyak faktor yang berpengaruh yang perlu diperhatikan. Faktor-faktor tersebut pada prinsipnya dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu faktor  internal yang berasal dari dalam sekolah  itu sendiri, dan faktor eksternal yang berasal dari luar sekolah. Dengan menganalisis dan mengevaluasi berbagai faktor internal dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja suatu sekolah, diharapkan sekolah dapat mengetahui kapasitas kemampuannya saat ini, dan menentukan strategi untuk meningkatkan kinerjanya di masa yang akan datang.

Pada prinsipnya hal-hal yang termaksud ke dalam faktor internal yang mempengaruhi kinerja madrasah adalah hal-hal yang berkaitan dengan kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknesses). Sedangkan, hal-hal yang termasuk dalam faktor eksternal adalah yang berkaitan dengan peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang dapat mempengaruhi kinerja sekolah tersebut.

Sebagai gambaran umum SD Negeri XXX adalah sekolah yang k0ndisinya pada saat ini kurang memungkinkan melakukan kegiatan yang lebih maksimal baik oleh faktor internal maupun eksternal.

Maka dengan menganalisis kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknesses) yang  ada, serta peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang harus di hadapi, maka SD Negeri XXX  menentukan strategi agar dapat mampu mengembangkan dan meningkatkan kualitasnya secara optimal.

 Dalam sistem pendidikan dasar dan menengah, acuan untuk melihat hal-hal yang menjadi kondisi internal didasarkan pada delapan (8) standar nasional pendidikan yang sekaligus merupakan acuan dalam melakukan evaluasi diri. Sedangkan kondisi eksternal didasarkan pada kondisi yang ada diluar lembaga yang berupa peluang dan tantangan, termasuk tuntutan pemangku kepentingan (stackholder) yang terkait dengan pendidikan dasar dan menengah


DOWNLOAD FILE NYA DISINI
Share:

DOWNLOAD FILE Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada SD Negeri


Kegiatan di minggu keempat dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan literasi siswa. Kegiatan ini dapat dilakukan setiap hari. Namun apabila guru harus mengisi beberapa jam untuk menghabiskan materi di subtema sebelumnya dikarenakan materi belum selesai, kegiatan literasi ini bisa disesuaikan.
Kegiatan literasi membutuhkan materi pendukung agar kegiatan bisa berjalan dengan lancar. Berikut adalah beberapa kegiatan pendukung yang bisa disiapkan oleh guru.
»» Teks cerita pendek yang diambil dari kegiatan Aku Cinta Membaca
»» Alat tulis
»» Kertas HVS

Pedoman Kegiatan Literasi
Apa yang dimaksud dengan literasi?
Keterampilan literasi adalah keterampilan yang dibutuhkan dalam mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.
Mengapa literasi penting?
Literasi sangat penting bagi siswa karena keterampilan dalam literasi berpengaruh terhadap keberhasilan belajar mereka dan kehidupannya. Keterampilan literasi yang baik akan membantu siswa dalam memahami teks
lisan, tulisan, maupun gambar/visual.
Apa saja produk literasi?
·         Buku
·         Majalah
·         Surat kabar
·         Tabel
·         CD/DVD
·         Program televisi/radio
·         Petunjuk
·         Percakapan
·         Instruksi
·         Teks bacaan
Keterampilan literasi akan berkembang dengan baik karena pembiasaan.Dalam kegiatan ini sekolah dapat melakukan kegiatan pembiasaan literasi yang meliputi pembiasaan menulis, pembiasaan membaca, dan pembiasaan berbicara. Berikut akan disampaikan beberapa kegiatan literasi selama satu minggu dengan harapan sekolah bisa mengembangkannya.
Kegiatan pembiasaan literasi hanya membutuhkan sekitar 15-20 menit setiap harinya. Sekolah harus menjalankan program dengan konsisten agar perkembangan literasi siswa dapat berkembang dengan baik. Setiap hari guru harus membimbing siswanya untuk kegiatan berbahasa lisan, membaca pemahaman, dan menulis.


Hari Pertama
Kegiatan Berbahasa Lisan (15 menit)
1.      Guru meminta seorang siswa untuk mengambil salah satu benda yang dibawanya dari rumah dan mendeskripsikannya di depan temantemannya.
2.      Siswa lain diminta untuk menyimak serta diberi kesempatan untuk bertanya.
3.      Kegiatan seorang siswa untuk berbicara dan menjawab pertanyaan hanya 3 menit saja.
4.      Guru kemudian meminta siswa lain untuk maju ke depan dan melakukan hal yang sama. Guru melakukan hal yang sama untuk siswa ke tiga.
5.      Guru menjelaskan kepada seluruh siswa bahwa setiap hari mereka akan melakukan hal yang sama. Setiap hari akan ada tiga orang yang maju ke depan kelas untuk mendeskripsikan benda.

Kegiatan Membaca Pemahaman (30 menit)
1.      Ambil satu teks dari Aku Cinta Membaca
2.      Mintalah siswa untuk membaca senyap (membaca dalam hati) selama 5 menit.
3.      Pada kesempatan ini guru juga membaca teks yang sama. Partisipasi guru dalam membaca sangat bermanfaat bagi siswa karena guru bisa dijadikan contoh.
4.      Mintalah siswa menyampaikan apa yang dibacanya kepada teman di sebelahnya. Guru berkeliling untuk memastikan semua berpartisipasi aktif.
5.      Guru meminta siswa untuk menuliskan satu kata sulit di potongan kertas kecil dan menempelkannya di papan tulis (bisa juga guru meminta siswa menyampaikan kata sulit kemudian guru menuliskannya di papan tulis).
6.      Guru membahas satu kata sulit dengan siswa. Guru bertanya kepada siswa, siapa yang bisa menemukan arti salah satu kata sulit tersebut. Siswa harus menjelaskan arti kata tersebut. Siswa lain menanggapi.
7.      Selanjutnya guru membahas kata sulit yang lain. Begitu seterusnya.
8.      Siswa mencatat kata-kata sulit yang telah didiskusikan.

Kegiatan Menulis (30 menit)
1.      Kegiatan menulis bisa dilakukan di kertas HVS yang dibagikan oleh guru.
2.      Siswa diajak mengingat satu kegiatan yang dilakukan di hari sebelumnya (apabila kegiatan menulis dilakukan pada hari Senin, maka siswa harus mengingat kegiatan pada hari Minggu, begitu seterusnya).
3.      Siswa kemudian menuliskan kegiatan yang dilakukannya tersebut (berolahraga, ke rumah nenek, berkebun, pergi ke kota, dsb). Guru mengingatkan siswa untuk menulis dengan mencantumkan apa yang dilakukan, siapa yang terlibat, kapan dilakukan, bagaimana kegiatan dilakukan, bagaimana perasaan mereka saat berkegiatan, dan dimana mereka melakukan kegiatan.
4.      Setelah kegiatan menulis selesai, guru bisa meminta setiap siswa untuk membacakan tulisannya kepada teman kelompoknya.
5.      Setelah kegiatan menulis selesai, guru dapat meminta setiap siswa untuk membacakan tulisannya kepada teman kelompoknya.
 


DOWNLOAD FILE Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS)  pada  SD Negeri SILAHKAN UNDUH DISINI
Share:

DOWNLOAD FILE RENCANA KERJA TAHUNAN SEKOLAH (RKTS) SEKOLAH DASAR NEGERI

Tujuan utama penyusunan RKT adalah agar sekolah  dapat mengetahui secara rinci tindakan-tindakan yang harus dilakukan agar tujuan, kewajiban, dan sasaran pengembangan sekolah  dapat dicapai. RKT juga menjamin bahwa semua program dan kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan sekolah sudah memperhitungkan harapan-harapan pemangku kepentingan dan kondisi nyata sekolah. Oleh sebab itu, proses penyusunan RKT harus melibatkan semua pemangku kepentingan.
Ciri-ciri Rencana Kerja Tahunan Sekolah  (RKT) yang baik, adalah:
1.1. Terintegrasi, yakni mencakup perencanaan keseluruhan program yang akan dilaksanakan oleh sekolah ;
1.2.            Multi-tahun, yaitu mencakup periode empat tahun;
1.3. Dimutakhirkan, artinya setiap tahun terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan terakhir;
1.4. Multi-sumber, yaitu mengindikasikan jumlah dan sumber dana masing-masing program. Misalnya dari BOS, APBD Kabupaten/Kota, sumbangan dari masyarakat atau sumber lainnya;
1.5. Disusun secara partisipatif oleh kepala sekolah, komite sekolah/   dan dewan pendidik dengan melibatkan pemangku kepentingan lainnya;
1.6. Pelaksanaannya dimonitor oleh komite sekolah  dan pemangku kepentingan yang lainnya.

2.   Manfaat Penyusunan RKTS
Penyusunan RKTS merupakan suatu hal yang sangat penting, karena RKTS dapat digunakan sebagai:
2.1. Pedoman kerja (kerangka acuan) dalam mengembangkan sekolah;
2.2. Dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan sekolah; serta
2.3. Bahan acuan untuk mengidentifikasi dan mengajukan sumberdaya pendidikan yang diperlukan untuk pengembangan sekolah.
A.    Landasan Hukum
1.         Undang-undang No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 8 dan 48
2.         Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan dalam Pasal 49 dan 53
3.         Permendiknas No. 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan dalam Angka 4a poin 1 dan 2
4.         Kepmendiknas 129a Tahun 2004 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan dalam 3.1
5.         PP No. 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
6.         Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah Sekolah/Madrasah
7.         Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
8.         Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah
9.         Permendiknas No 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan prasarana
10.     Peraturan menteri pendidikan nasional no. 29 tahun 2008 tentang standar tenaga administrasi sekolah/madrasah.
11.     Peraturan menteri pendidikan nasional no 33 tahun 2008 Tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SLB
12.     Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 40 Tahun 2008 Tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk SMK
13.     Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 69 Tahun 2008 Tentang Standar Biaya
14.     Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 59 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah
15.     Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 20 Tahun 2016 Tentang SKL
16.     Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi
17.     Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses
18.     Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian
19.     Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 24 Tahun 2016 Tentang KI dan KD Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar Dan Menengah
 

DOWNLOAD FILE RENCANA KERJA TAHUNAN SEKOLAH (RKTS) SEKOLAH DASAR NEGERI, DOWNLOAD FILE NYA DISINI
Share:

DOWNLOAD FILE RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH (RKJM) UNTUK SEKOLAH DASAR


SD NEGERI 84 WATANG CENRANA Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone didirikan pada tahun 1979 dan baru diresmikan sebagai Sekolah Negeri pada tahun yang sama berlokasi di Desa Awang Cenrana, Kecamatan Cenrana. Sekolah ini didirikan dalam upaya menyediakan pendidikan masyarakat di Desa Cenrana yang  indikasinya kesulitan di sekolah tetangganya.
Tahun demi tahun SD NEGERI 84 WATANG CENRANA mengalami perkembangan/ krmunduran, baik dari segi kualitas maupun kuantitas . Dari segi kualitas biasa diukur dari status akreditasi sekolah yang statis (terakhir status terakreditasi dengan nilai B), prestasi akademik maupun non akademik dari siswa-siswinya, serta fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah, dan lain sebagainya mengalami hal serupa
Dalam kiprahnya di dunia pendidikan, mulai dari sejak berdirinya sampai dengan saat ini SD NEGERI 84 WATANG CENRANA pernah berhasil mengukir prestasi terutama pada lingkup kecamatan baik prestasi akademik maupun non akademik.
Dengan semakin majunya sekolah pada khususnya dan majunya dunia pendidikan pada umumnya, pihak sekolah menyusun perencanaan/program sekolah untuk jangka waktu yang akan datang yang juga merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, maka  sekolah mencoba menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKJM) untuk jangka menengah

B. Tujuan dan Manfaat RKJM

1.      Maksud/Manfaat Penyusunan RKJM

Penyusunan RKJM merupakan suatu hal yang sangat penting, disusunnya RKJM ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai acuan :
1.1.  Pedoman kerja (kerangka acuan) dalam mengembangkan sekolah/madrasah;
1.2.  Dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan sekolah/madrasah; serta
1.3.  Bahan acuan untuk mengidentifikasi dan mengajukan sumberdaya pendidikan yang diperlukan untuk pengembangan sekolah


2.  Tujuan Penyusunan RKJM
Tujuan utama penyusunan RKJM adalah agar sekolah/madrasah dapat mengetahui secara rincitindakan-tindakan yang harus dilakukan agar tujuan, kewajiban, dan sasaran pengembangan sekolah/madrasah dapat dicapai. RKJM juga menjamin bahwa semua program dan kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan sekolah sudah memperhitungkan harapan-harapan pemangku kepentingan dan kondisi nyata sekolah. Oleh sebab itu, proses penyusunan RKJM oelh SD NEGERI 84 WATANG CENRANA melibatkan semua pemangku  kepentingan.
Ciri-ciri Rencana Kerja Sekolah Jangka Menengah (RKJM), adalah:
1.   Terintegrasi, yakni mencakup perencanaan keseluruhan program yang akan dilaksanakan oleh sekolah
2.   Multi-tahun, yaitu mencakup periode empat tahun;
3.   Dimutakhirkan, artinya setiap tahun terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan terakhir;
4.   Multi-sumber, yaitu mengindikasikan jumlah dan sumber dana masing-masing program. Misalnya dari BOS, APBD Kabupaten/Kab. , sumbangan dari masyarakat atau sumber lainnya;
5.   Disusun secara partisipatif oleh kepala sekolah/madrasah, komite sekolah/ madrasah dan  dewan pendidik dengan melibatkan pemangku kepentingan lainnya;
6.   Pelaksanaannya dimonitor oleh komite sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan yang lainnya.

Dengan kondisi sekolah dan ciri-ciri penyusunan RKJM tersebut, maka dirumuskannya RKJM ini bertujuan :
1.      Agar ada terintegrasi perencanaan keseluruhan program yang akan dilaksanakan oleh sekolah
2.      Sebagai alat konrol secara berkala kegiatan 6 tahunan dalam setiap tahun
3.      Mengevaluasi dan menindaklanjuti keterlaksanaan program
4.      Pengindikasian dan tatakelola keuangan yang sesuai, baik dari BOS, APBD Kabupaten, sumbangan dari masyarakat atau sumber lainnya;
5.      Bahan pertimbangan keterlaksanaan program oleh komite sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan yang lainnya.


C. Dasar Hukum
1.      Undang-undang No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 8 dan 48
2.      Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan dalam Pasal 49 dan 53
3.      PP No. 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
4.      Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah Sekolah/Madrasah
5.      Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
6.      Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah
7.      Permendiknas No 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan prasarana
8.      Peraturan menteri pendidikan nasional no. 29 tahun 2008 tentang standar tenaga administrasi sekolah
9.      Peraturan menteri pendidikan nasional no 33 tahun 2008 Tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SLB
10.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 40 Tahun 2008 Tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk SMK
11.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 69 Tahun 2008 Tentang Standar Biaya
12.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 59 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah
13.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 20 Tahun 2016 Tentang SKL
14.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi
15.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses
16.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian
17.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 24 Tahun 2016 Tentang KI dan KD Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar Dan Menengah
 D. Metode Penyusunan

Rencana kerja jangka menengah ini disusun atas kesepakatan Tim Perumus yang telah disepakati dan dibentuk bersama oleh kepala sekolah dan komite sekolah. Dasar penyusunan ini tidak menggunakan kriteria umum penulisan karya ilmiah atau lainnya tetapi berdasarkan reencana program yang telah disepakati pihak sekolah dan komite sekolah. Bentuk dan model terstrukturnya RKJM ini didasari pada kebutuhan jangka panjang dan disetujui oleh tim perumus seperti yang dijelaskan di atas.  Oleh sebab itu kerngka perumusan ini tidak mengikuti model umum seperti karya ilmiah.
Cara atau metode perancangan rumusan RKJM ini antara lain menggunakan :
1.      Hasil diskusi antara pihak sekolah dan komite sekolah
2.       Analisis SWOT Delapan Standar Nasional Pendidikan, berhubung yang menjadi Plt.kepala sekolah yang berasal dari sekolah lain
3.      Menggunakan data EDS SD NEGERI 84 WATANG CENRANA dan hasil akreditasi sekolah dari kepemimpinan kepala sekolah yang sebelumnya
 

DOWNLOAD FILE RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH (RKJM) UNTUK SEKOLAH DASAR NEGERI, SILAHKAN UNDUH DISINI
Share:

Arsip Blog

Definition List

Unordered List

Support